Optimalisasi Media Sosial dalam Edukasi Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia pada Remaja di Kota Pangkalpinang
DOI:
https://doi.org/10.32922/jdb.v4i1.37Keywords:
anemia, edukasi, media sosial, pedoman gizi seimbangAbstract
Angka prevalensi anemia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 16%. Penelitian Emilia (2019) menunjukkan bahwa anemia pada remaja putri di Kota Pangkalpinang sebesar 63,8% dengan asupan zat besi kurang sebanyak 84,5%. Dampak dari kejadian anemia yaitu dapat menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar, serta mempengaruhi produktivitas. Akibat jangka panjang dapat meningkatkan terjadinya resiko kematian maternal, prematuritas, BBLR, dan kematian perinatal. Pedoman Gizi Seimbang (PGS) merupakan pedoman yang berisikan tentang pedoman makan, aktifitas fisik, hidup bersih dan cara mempertahankan berat badan normal. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi, informasi dan edukasi pedoman gizi seimbang dan anemia remaja pada siswa sma di kota pangkalpinang. Salah satu media yang dapat digunakan dan sangat diminati masyarakat saat ini adalah media sosial. Mitra pada kegiatan ini adalah 5 siswa/i terpilih dari 5 SMA Negeri di Kota Pangkalpinang berjumlah 25 orang yang dilaksanakan pada Bulan Juli - Oktober 2021 di Wilayah SMA/ SMK Negeri Kota Pangkapinang. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi untuk mengedukasi mitra, Role play untuk melatih mitra dalam komunikasi, informasi dan edukasi melalui media social, Social marketing/pemasaran sosial seperti penyuluhan, pencanangan, penyebar luasan informasi melalui media sosial dan unjuk bakat untuk evaluasi akhir. Peserta sangat antusias dengan rangkaian kegiatan ini, dibuktikan dengan peningkatan hasil posttest, serta karya dan unjuk bakat yang ditampilkan untuk kampanye Pedoman Gizi Seimbang. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra mengenai pedoman gizi seimbang dan anemia. Mitra terlatih dan mampu melakukan komunikasi, memberikan informasi dan edukasi mengenai pedoman gizi seimbang dan anemia melalui media sosial.
References
Kemenkes. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Devriany, Wardani, Marwan (2018). Asupan Zat Besi (Fe) dan Vitamin C dengan Status Anemia Gizi Besi Pada Ibu Hamil di Kelurahan Tuatunu Pangkalpinang. Jurnal Kesehatan Manarang. Volume 4, Nomor 1, Juli 2018, pp. 58 – 63.
Emilia (2019). Hubungan Asupan Zat Besi dengan Status Anemia pada Santri Putridi Pondok Pesantren Hidayatussalikin Air Itam Kota Pangkalpinang Tahun 2017. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang. Vol. 7, No.2, Desember 2019.
Silalahio, V., Aritonang, E., & Ashar, T. (2016). Potensi Pendidikan Gizi Dalam Meningkatkan Asupan Gizi Pada Remaja Putri Yang Anemia Di Kota Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat .
Nejad, M. R. 2005. Nutrition Education and Behavior Change. Tehran: XYZ Publications.
Choi, H., Yoo, K., Baek, T.H., Reid, L.N., Macias, W. (2013). Presence and effects of health and nutrition-related (HNR) claims with benefit-seeking and risk-avoidance appeals in female-orientated magazine food advertisements. International Journal of Advertising. Volume 32 (4).
Imansari, E (2015). Perbedaan Edukasi Gizi melalui Media Sosial dan Flyer (Selebaran) terhadap Pengetahuan Gizi dan Asupan Energi pada Remaja Obesitas di SMAN 1 dan SMAN 3 Kota Pontianak. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Pontianak.